Sukoharjo, CyberNews. Gunung Merapi yang meletus beberapa waktu lalu menyisakan berbagai persoalan khusunya bagi warga sekitar Merapi. Demi keselamatannya mereka terpaksa mengungsi di tempat pengungsian. Akibatnya para pengungsi ini mulai merasakan kekurangan bantuan makan dan selimut.Seperti halnya di dua desa Kecamatan Kemalang, Klaten yakni di Desa Dompol dan Desa Keputran. Dikabarkan di dua desa tersebut warga yang mengungsi mulai kekurangan makanan dan kedinginan. Mendengar informasi itu, warga Sukoharjo langsung membuat Posko Tanggap Darurat di Jalan Veteran atau di depan gedung DPRD Sukoharjo untuk menerima bantuan dari masyarakat.
"Kami mengkhususkan menerima bantuan mie instan dan selimut. Kedua barang itu saat ini sangat dibutuhkan warga yang ada di Desa Dompol dan Keputran," ujar S Widiono, koordinator posko kepada wartawan, Kamis (28/10).
Informasi penting soal dua jenis bantuan yang sangat dibutuhkan penduduk di pengungsian diperolehnya dari salah satu jurnalis media massa nasional yang sedang bertugas di lereng Merapi itu. Dikatakan, bantuan jenis mie dan selimut ini sangat berguna bagi warga khususnya pada cuaca hujan.
Berapapun jumlah bantuan mie dan selimut yang datang ke dua desa itu langsung habis diserbu pengungsi. "Oleh karena itu, posko ini lebih mengkhususkan meneria kedua bantuan tersebut," katanya.
Lebih lanjut Widi mengungkapkan, posko yang didirikan dengan berbagai komunitas ini hanya akan beroperasi hingga Jumat (29/10) siang. Pasalnya, pada Jumat sore bantuan dari masyarakat Sukoharjo itu selekasnya dikirim karena warga di dua desa itu tidak bisa lagi menunggu terlalu lama.
Hingga siang ini, Posko Tanggap Darurat Warga Sukoharjo untuk pengungsi letusan merapi 2010 sudah menerima bantuan sebanyak 130-an dus. Selain itu, posko juga menerima bantuan buku tulis dan selimut dari sebuah sekolah dasar di kota makmur itu.
Sumber :
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/10/28/68973/Pengungsi-Butuh-Bahan-Makanan-dan-Selimut
____________
Tidak ada komentar:
Posting Komentar