Magelang, CyberNews. Puluhan bayi pengungsi korban erupsi gunung merapi yang saat ini berada di pengungsian Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengalami kekurangan stok susu. Selain itu, kelengkapan pribadi wanita seperti pembalut, hingga hari ke dua di pengungsian ini juga belum tersedia.
Petugas penanganan pengungsi di barak KPRI Kecamatan Dukun, Gunarti mengatakan, pengungsi juga mengalami kekurangan perlengkapan mandi serta pakaian anak–anak. "Untuk kemarin hingga tadi malam, petugas sudah patungan untuk meminimalisir kekurangan itu, namun selanjutnya kami belum tau," kata Gunarti di Tempat Pengungsian Sementara (TPS) Dukun, Kamis (28/10).
Di KPRI Dukun, saat ini tengah dihuni oleh 1.248 pengungsi yang berasal dari Desa Ngargomulyo. Dari jumlah tersebut, 64 diantaranya adalah balita, sedangkan perempuan dewasa sejumlah 285 jiwa. "Selain balita dan perempuan dewasa, di tempat kami juga saat ini ditempati 143 lansia, yang terdiri dari 56 lansia laki–laki, serta 87 lansia perempuan," tambahnya.
Selain balita dan lansia, di Kecamatan Dukun ini juga terdapat anak–anak sejumlah 196, yang terdiri dari 89 anak–anak laki–laki, dan 107 anak–anak perempuan.
Sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/10/28/68968/Pengungsi-Bayi-dan-Anak-Kekuranga-Stok-Susu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar